Kamis, 18 Oktober 2012

Gerak Melingkar Beraturan

Diposting oleh Unknown di 02.31 0 komentar

Gerak Melingkar Beraturan (GMB)

Ketika sebuah benda bergerak membentuk suatu lingkaran dengan laju tetap maka benda tersebut dikatakan melakukan gerak melingkar beraturan alias GMB.

Dapatkah kita mengatakan bahwa GMB merupakan gerakan yang memiliki kecepatan linear tetap ? Misalnya sebuah benda melakukan Gerak Melingkar Beraturan, seperti yang tampak pada gambar di bawah. Arah putaran benda searah dengan putaran jarum jam. bagaimana dengan vektor kecepatannya ? seperti yang terlihat pada gambar, arah kecepatan linear/tangensial di titik A, B dan C berbeda. Dengan demikian kecepatan pada GMB selalu berubah (ingat perbedaan antara kelajuan dan kecepatan, kelajuan adalah besaran skalar sedangkan kecepatan adalah besaran vektor yang memiliki besar/nilai dan arah) sehingga kita tidak dapat mengatakan kecepatan linear pada GMB tetap.

Pada gerak melingkar beraturan, besar kecepatan linear v tetap, karenanya besar kecepatan sudut juga tetap.

Jika arah kecepatan linear alias kecepatan tangensial selalu berubah, bagaimana dengan arah kecepatan sudut ? arah kecepatan sudut sama dengan arah putaran partikel, untuk contoh di atas arah kecepatan sudut searah dengan arah putaran jarum jam. Karena besar maupun arah kecepatan sudut tetap maka besaran vektor yang tetap pada GMB adalah kecepatan sudut. Dengan demikian, kita bisa menyatakan bahwa GMB merupakan gerak benda yang memiliki kecepatan sudut tetap.

Pada GMB, kecepatan sudut selalu tetap (baik besar maupun arahnya). Karena kecepatan sudut tetap, maka perubahan kecepatan sudut atau percepatan sudut bernilai nol. Percepatan sudut memiliki hubungan dengan percepatan tangensial, sesuai dengan persamaan

Karena percepatan sudut dalam GMB bernilai nol, maka percepatan linear juga bernilai nol. Jika demikian, apakah tidak ada percepatan dalam Gerak Melingkar Beraturan (GMB) ?

Pada GMB tidak ada komponen percepatan linear terhadap lintasan, karena jika ada maka lajunya akan berubah. Karena percepatan linear alias tangensial memiliki hubungan dengan percepatan sudut, maka percepatan sudut juga tidak ada dalam GMB. Yang ada hanya percepatan yang tegak lurus terhadap lintasan, yang menyebabkan arah kecepatan linear berubah-ubah. Sekarang mari kita tinjau percepatan ini.

PERCEPATAN SENTRIPETAL

Percepatan tangensial didefinisikan sebagai perbandingan perubahan kecepatan dengan selang waktu yang sangat singkat, secara matematis dirumuskan sebagai berikut :

Sekarang kita turunkan persamaan untuk menentukan besar percepatan sentripetal alias percepatan radial (aR)

Kita tulis semua kecepatan dengan v karena pada GMB kecepatan tangensial benda sama (v1 = v2 = v).

Benda yang melakukan gerakan dengan lintasan berbentuk lingkaran dengan jari-jari (r) dan laju tangensial tetap (v) mempunyai percepatan yang arahnya menuju pusat lingkaran dan besarnya adalah :

Berdasarkan persamaan percepatan sentripetal tersebut, terlihat bahwa nilai percepatan sentripetal bergantung pada kecepatan tangensial dan radius/jari-jari lintasan (lingkaran). Dengan demikian, semakin cepat laju gerakan melingkar, semakin cepat terjadi perubahan arah dan semakin besar radius, semakin lambat terjadi perubahan arah.

Arah vektor percepatan sentripetal selalu menuju ke pusat lingkaran, tetapi vektor kecepatan linear menuju arah gerak benda secara alami (lurus), sedangkan arah kecepatan sudut searah dengan putaran benda. Dengan demikian, vektor percepatan sentripetal dan kecepatan tangensial saling tegak lurus atau dengan kata lain pada Gerak Melingkar Beraturan arah percepatan dan kecepatan linear/tangensial tidak sama. Demikian juga arah percepatan sentripetal dan kecepatan sudut tidak sama karena arah percepatan sentripetal selalu menuju ke dalam/pusat lingkaran sedangkan arah kecepatan sudut sesuai dengan arah putaran benda (untuk kasus di atas searah dengan putaran jarum jam).

Kita dapat menyimpulkan bahwa dalam Gerak Melingkar Beraturan :

1. besar kecepatan linear/kecepatan tangensial adalah tetap, tetapi arah kecepatan linear selalu berubah setiap saat
2. kecepatan sudut (baik besar maupun arah) selalu tetap setiap saat
3. percepatan sudut maupun percepatan tangensial bernilai nol
4. dalam GMB hanya ada percepatan sentripetal



pancasila

Diposting oleh Unknown di 01.51 0 komentar

A.  PENGERTIAN PANCASILA
Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit pada abad ke-14, yaitu terdapat dalam buku Negara Kertagama Karangan Empu Prapanca, dan dalam buku Stasoma Karangan Empu Tantular. Kata Pancasial berasal aribahasa Sansekerta, panca berarti lima, sila berarti sendi, alas, prinsip dasar. Pancasila juga berarti “Pelaksanaan kesusilaan yang lima”.
Pancasila artinya lima dasar yang melatar belakangi perilaku seseorang atau bangsa yang melahirkan perbuatan yang beradab, berakhlak, bermoral dan sopan. Rumusan Pancasila yang benar terdapat  dalam pembukaan UUD 1945 alenia IV.
Secara urut rumusan Pancasila tersebut terbunyi :
1.    Ketuhanan Yang Maha Esa,
2.   Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab,
3.   Persatuan Indonesia,
4.   Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,
5.   Keadilan sosial bagi rakyat Indonesia.

Beberapa pengertian tentang Pancasila :
1.    Secara Historis
Sebuah calon dasar negara yang diusulkan oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945.



2.   Secara Etimologis
Pancasila artinya dasar yang memiliki lima unsur. Pancasila juga memiliki arti lima beraturan tingkah laku yang penting.
3.   Secara Terminologis
Pancasila adalah dasar negara republik Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4.


B.   PENGERTIAN PARADIGMA
Istilah paradigama ilmu pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Kuhn melalui bukunya yang berjudul “The Structur of Science Revolution”.Paradigma merupakan suatu asumsi-asumsi dasar dan asumsi –asumsi teoritis umum (merupakan suatu sumber nilai) yang merupakan suatu sumber hukum, metode, serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, ciri, dan karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. Ilmu pengetahuan sifatnya sangat dinamis. Karena semakin banyaknya hasil penelitian manusia sehingga dalam perkembangannya kemungkinan ditemukan kelemahan-kelemahan pada teori yang ada.
Jika demikian, maka ilmuwan kembali pada asumsi-asumsi dasar dan teoretis. Misal dalam ilmu-ilmu sosial.suatu teori didasarkan pada suatu hasil penelitian ilmiah yang mendasarkan pada metode kuantitatif mengkaji manusia dan masyarakat. ternyata hasil dari imu pengetahuan tersebut hanya satu aspek saja yaitu manusia. Oleh karena itu, kalangan ilmuwan sosial kembali mengkaji paradigma imu tersebut yaitu manusia.

C.  FUNGSI  PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DASAR NEGARA
          i.    Sebagai Paradigma Dasar Negara Pancasila berkedudukan sebagai norma yang fundamental Negara, sehingga Pancasila merupakan cita-cita hukum baik hukum tertulis  (staatside) maupun tidak tertulis (konvensi).
        ii.    Sebagai sumber dari segala sumber hukum, Pancasila merupakan jati diri dari Negara Indonesia artinya artinya kedudukannya paling tinggi, oleh karena itu Pancasila juga sebagai landasan ideal penyususnan arturan – aturan di Indonesia.
      iii.   Sebagai Pandangan Hidup, yaitu nilai Pancasila merupakan pedoman dan pegangan  dalam pembangunan bangsa dan Negara agar tetap berdiri kokoh dan mengetahui  arah dalam memecahkan masalah ideologi, politik, ekonomi, soaial dan budaya serta  pertahanan dan keamanan.
       iv.    Sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, nilai pancasila itu mencerminkan kepribadian bangsa sebab nilai dasarnya kristalisasi nilai budaya bangsa Indonesia asli, bukan diambil dari bangsa lain.

Kamis, 07 Juli 2011

akhir yang indah

Diposting oleh Unknown di 19.11 0 komentar
20 Juni 2011


seharusnya hati tak perlu berdusta,
hingga tiada rasa yang mesti tersiksa,
menunda kecewa ,,,

bila semua ini harus terjadi,
jangan sampai ada yg tersakiti,
lebih baik bubar saja ,
dan berpaling pada cinta yg lain,,,

begitupun kita menjalani cinta ,,
takkan pernah bisa ,
mencapai semua ,,
satu kata bahagia,

bila memang diriku,
tiada lagi di hatimu, di kasihmu,,
janganlah kau paksa ,
tapi aku tak mau ,
bila ini semua berakhir,,
tanpa kata-kata ,

cukup sudah di sini saja,
tak perlu kita bertahan lagi,
biarkanlah ini semua ,
jadi suatu kisah hidup kita,
dan menjadi kenangan yg tak pernah akan terlupa.....
 

Diyah's Blog Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Emocutez